Implementasi SIMRS terintegrasi untuk rumah sakit tipe C dengan 150 tempat tidur dan 45 dokter spesialis. Sistem mencakup seluruh unit pelayanan mulai dari rawat jalan, rawat inap, IGD, farmasi multi-gudang, laboratorium, radiologi, rehabilitasi medis, hingga modul keuangan dan pelaporan otomatis ke Kemenkes.
RS Harapan Sehat masih mengandalkan pencatatan manual dan spreadsheet di 12 unit pelayanan berbeda. Dampaknya: duplikasi data pasien mencapai 23%, proses billing memakan waktu rata-rata 45 menit per pasien, laporan bulanan ke Kemenkes selalu terlambat 2-3 minggu, dan stok obat farmasi sering tidak akurat sehingga menyebabkan kekosongan obat esensial.
Sejak menggunakan SIMRS dari Pilar Inovasi, operasional RS kami jauh lebih efisien. Laporan yang dulu butuh 3 hari sekarang selesai dalam hitungan menit.